Fakta Menarik Soal Freeport

Tahukah Anda, dimanakah letaknya tambang emas terbesar yang ada di dunia berada? Jawabannya ternyata ada di Indonesia, tepatnya berada di kabupaten Timika, Papua. Tambang emas Grasberg pada saat ini sudah dikelola oleh PT Freeport Indonesia yang terafiliasi juga dengan Freeport-Mcmoran. Tak hanya kaya emas, tambang tersebut juga ternyata mengandung banyak perak dan tembaga.

Fakta Menarik Soal Freeport

Menjelang berakhirnya kontrak tambang tersebut yaitu pada 2021, persoalan Freeport kini menjadi sebuah hal yang tengah hangat diperbincangkan. Mulai dari soal renegosiasi hingga dengan kasus Papa Minta Saham yang menjerat Ketua DPR RI yaitu Setya Novanto. Jika kita berbicara mengenai Freeport, ternyata ada beberapa fakta menarik mengenai perusahaan ini.

Pemerintah sekarang sudah berhasil menguasai tambang emas yang selama ini dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) . Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga telah dinilai berhasil mengembalikan aset besar negara tersebut kepada pangkuan Ibu Pertiwi. Penambangan tanah Freeport menargetkan yaitu untuk tahun depan melakukan investasi sampai dengan 2041 dengan biaya yaitu sebesar USD 14 miliar.

1. Didirikan sejak 1967

PT Freeport Indonesia ini sudah mulai menambang di Kabupaten Mimika Papua yaitu sejak April 1967. Selama lebih dari 40 tahun terakhir ini, lebih dari Rp 140 triliun investasi sudah dibenamkan di pertambangan tersebut. Membangun infrastruktur berupa jalan, pelabuhan, bandara, kota mandiri, pembangkit listrik, hingga tambang bawah tanah dan pabrik pengolahan.

Produksi pertama yang dihasilkan dari tambang terbuka tersebut dilakukan 43 tahun silam. Eksplorasi cadangan tembaga dan juga emas mencapai puncaknya yaitu pada tahun 2001 di Tambang Grasberg, dengan kapasitas produksinya hingga mencapai 238 ribu ton per hari.

2. Luas areal dan jumlah pekerja

Freeport Mcmoran mempunyai sejumlah tambang lain selain di Indonesia. Khusus yang berada di Papua, tambang tersebut yang memang tersohor dengan nama tambang Grasberg.

Tambang modern dengan menggunakan sistem kontrol satu titik ini mampu mengawasi areal tambang dengan luas 10.000 hektar dengan wilayah pendukung yaitu 202 ribu hektare, termasuk juga dengan Pelabuhan Amamapare di hilir Timika. Pekerjanya yang sudah mencapai 12.000 orang.

3. Terbesar di Dunia

Tambang Grasberg adalah tambang emas yang ternyata terbesar di dunia dan juga merupakan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tak heran, jika perusahaan ini terus bersikeras untuk memperpanjang renegosiasi kontrak mereka dengan pemerintah Indonesia.

Dikutip juga dari data PT Freeport Indonesia, cadangan dari tambangan yang sedang digarap oleh Freeport Indonesia di Papua sendiri sudah mencapai 2,27 miliar ton bijih, yang terdiri dari 1,02 persen tembaga, 0,83 gram per ton emas dan juga sekitar 4,32 gram per ton perak.

Sedangkan berdasarkan dengan data kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dari cadangan tersebut, yang diketahui produksinya mencapai 109, 5 juta ton bijih untuk jumlah per tahun, dengan umur tambang yang sudah 23,5 tahun. Freeport tidak hanya memproduksi emas, perak dan juga tembaga. Freeport juga memproduksi molybdenum dan juga rhenium, sebuah hasil samping dari pemrosesan bijih yang dihasilkan dari tembaga.

4. Tidak diolah di dalam negeri

Sudah puluhan tahun Freeport berhasil mengeruk emas dan banyak mineral lainnya dari perut bumi di tanah Papua. Namun ternyata, hasil tambang tersebut memang tidak diolah di dalam negeri, tapi langsung diekspor dalam bentuk konsentrat.

Hal ini membuat penerimaan negara tentunya tidak optimal. Untuk itu, pemerintah mempunyai kebijakan melarang ekspor mineral mentah. Melalui, Undang-undang No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang mewajibkan perusahaan tambang tersebut untuk membangun smelter, pengolahan bahan mentah untuk tambang menjadi bahan jadi.

Freeport yang juga sudah berencana membangun smelter dengan kapasitas sebesar 2,5 juta ton per tahunnya atau senilai US$ 2,3 miliar. Dalam proyek smelter tersebut ditargetkan sudah selesai pada 2017. Freeport juga akan menggandeng perusahaan tambang emas lainnya seperti PT Newmont Nusa Tenggara.

5. RI cuma kuasai 9,36 persen saham

Meski tempatnya berada di Indonesia, namun sedihnya mayoritas kepemilikan tambang emas tersebut berada di tangan perusahaan tambang yang berasal dari Amerika Serikat tersebut. Saat ini Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.

Tercatat sudah memiliki 81,28 persen saham, pemerintah Indonesia yang hanya memiliki sekitar 9,36 persen saham dan PT Indocopper Investama mempunyai sebanyak 9,36 persen. Pemerintah kini meminta Freeport untuk mendivestasikan sahamnya tersebut sebesar 30 persen secara bertahap. Namun hingga saat ini, diskusi mengenai pelepasan saham itu masih sangat alot.

6. Kontrak karya Habis 2021

Kontrak Karya (KK) Freeport nantinya akan habis pada tahun 2021. Perusahaan ini masih bersikeras ingin segera memperpanjang kontrak dengan pemerintah Indonesia. Sementara menurut UU Minerba No 4 Tahun 2009 dan PP NO 77 Tahun 2014, perpanjangan operasi tersebut hanya boleh diajukan paling cepat 2 tahun sebelum nantinya Kontrak Karya (KK) berakhir.

Jika KK berakhir pada 2021, maka menurut aturan, pengajuan perpanjangannya baru bisa dilakukan yaitu pada tahun 2019. Jika perpanjangan kontrak Freeport dikabulkan maka perusahaan yang asal dari AS tersebut akan mengeruk emas dan mineral lainnya hingga tahun 2041.

7. Investasi Jangka Panjang

Cadangan emas yang sangat menggiurkan, membuat Freeport juga ingin terus menguasai tambang Grasberg. Bahkan, Freeport sudah siap mengalokasikan dananya yaitu sebesar US$ 17,3 miliar. Dana tersebut yang akan digunakan untuk mengembangkan penambangan bawah tanah US$ 15 miliar dan kemudian untuk membangun smelter US$ 2,3 miliar.

8. Alasan Penambangan Di Atas Tanah Ditutup

Direktur Utama dari Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, jika ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa penambangan yang dilakukan di atas tanah akhirnya ditutup. Salah satu alasan utamanya adalah karena cadangan emas yang ada di atas tanah yang sudah habis.Tony yang juga menambahkan, dengan tahun ini pihaknya akan mencari alternatif penambangan lainnya. Namun seluruh penambangan nantinya masih dapat dipastikan akan dilakukan di atas tanah.

9. Freeport Bekerjasama dengan BUMN

Freeport Indonesia juga akan membangun sebuah pabrik pengolahan dan pemurnian atau (smelter) dalam jangka waktu kurang lebih lima tahun. Pihaknya mengaku antusias terkait kepastian dari kelanjutan bisnis perusahaannya bersama dengan holding BUMN PT Inalum hingga tahun 2041, baik secara hukum maupun secara fiskal.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang PT Freeport. Kita kenal jika freeport menjadi perusahaan tambang emas terbesar di dunia, kita harus bangga karena ternyata negara Indonesia sangat kaya karena memiliki tambang emas yang cukup besar. Tapi faktanya, walaupun tambahng ini berada di Indonesia, tapi kepemilikan saham terbesarnya di Pegang oleh AS. Tentu kita tidak ingin melihat freeport terus dikeruk oleh keserakahan asing. Semoga freeport kelak akan dikuasai penuh oleh Indonesia. Terimakasih.